Artikel Terkait

Berani Lihat? Ternyata Begini Rupa Setan Sesungguhnya

Diposkan oleh Nusantara Kita





Berani Lihat? Ternyata Begini Rupa Setan Sesungguhnya - Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.  , Setan memiliki rupa yang amat jelek. Bahkan dalam khayalan setiap orang pun sudah tertanam. Kepala setan pun digambarkan dalam Alquran seperti mayang dari pohon yang keluar dari dasar neraka. Sebagaimana disebutkan dalam ayat,

"Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan." (QS. Ash Shaffaat: 64-65).

Orang Nasrani di masa silam menggambarkan setan sebagai laki-laki yang hitam kelam yang memiliki jenggot, alis mata yang runcing ke atas, mulut yang mengeluarkan nyala api, bertanduk, memiliki kuku yang panjang dan berekor seperti yang saya kutip dari situs TRIBUNNEWS.

Setan Memiliki Dua Tanduk



Dalil yang menunjukkan bahwa setan memiliki dua tanduk: Hadis Ibnu Umar, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Janganlah kalian melaksanakan salat saat matahari terbit dan saat tenggelam karena waktu tersebut adalah waktu munculnya dua tanduk setan" (HR. Muslim no. 828).

Dari Ibnu Umar pula, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Jika matahari mulai terbit, tinggalkanlah salat sampai terang (matahari terbit). Jika matahari mulai tenggelam, tinggalkanlah salat, sampai benar-benar hilang (tenggelam). Janganlah kalian bersengaja mengerjakan salat ketika matahari terbit dan tenggelam karena matahari terbit pada dua tanduk setan." (HR. Bukhari no. 3273)

Makna hadis di atas adalah bahwa sekelompok orang musyrik dahulu menyembah matahari. Mereka sujud pada matahari ketika akan terbit dan tenggelam.Ketika itu setan berdiri di arah matahari itu berada supaya orang-orang menyembahnya. Hal ini ditegaskan dalam hadis berikut,

"Laksanakanlah salat subuh kemudian berhentilah mengerjakan salat hingga terbit matahari hingga pula matahari meninggi karena matahari terbit ketika munculnya dua tanduk setan dan saat itu orang- orang kafir sujud pada matahari. Kemudian setelah itu salatlah karena salat ketika itu disaksikan."

Dan hadis itu disebutkan pula,

"Hingga engkau salat Ashar kemudian setelah itu berhentilah salat hingga matahari tenggelam karena saat itu matahari tenggelam antara dua tanduk setan dan saat itu orang-orang kafir sujud pada matahari." (HR. Muslim no. 832).

Hadis larangan salat di atas dipahami untuk salat yang tidak memiliki sebab seperti salat sunah mutlak, yaitu asal salat sunah saja dua rakaat. Jika salat yang memiliki sebab seperti tahiyyatul masjid, salat gerhana, salat setelah wudhu, atau qodho salat yang luput, maka dibolehkan meskipun pada waktu terlarang untuk salat. Karena dalam hadis larangan di atas disebutkan,

"Janganlah mengerjakan salat (yang tidak memiliki sebab) secara sengaja "

Hanya Allah yang memberi taufik.


BERIKAN KOMENTAR KAMU TENTANG ARTIKEL INI

PENULIS: Nusantara Kita
ALAMAK Updated at : 3:05 PM

{ 1 komentar... BLOG INI DOFOLLOW or add one}


Akunews said...

Serem kalo liat yang beginian, langsung tutup komputer ah

Post a Comment