Artikel Terkait

Akibat Gelar Latihan Bersama Anggota FPI, Dandim 0603 Lebak Langsung Dicopot

Diposkan oleh Nusantara Kita





Akibat Gelar Latihan Bersama Anggota FPI, Dandim 0603 Lebak Langsung Dicopot - saya juga heran kok bisa ya FPI latihan bersama TNI, padahal perlu prosedur yang gimana gitu, tapi ya udahlah Dandim 0603 Lebak langsung di copot dan digantikan yang baru. JAdi begini ceritanya Kegiatan Pelatihan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Banten di Kabupaten Lebak, Kamis (5/1) yang melibatkan Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak, Banten berbuntut panjang.



Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi yang membawahi Kodim Lebak pun langsung bereaksi. Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Kolonel ARH Mokhamad Desi Ariyanto menyatakan, Komandan Kodim Lebak Letkol Czi Ubaidillah telah dicopot seperti yang saya kutip dari situs POJOKSATU.

Menurut Ariyanto, berdasarkan pemeriksaan Kodam III/Siliwangi terhadap Letkol Czi Ubaidillah, ternyata ada kesalahan prosedur dalam kegiatan pelatihan bela negara itu. Sebab, Ubaidillah tidak melaporkan rencana kegiatan pelatihan bela negara untuk FPI itu ke Danrem ataupun Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra.

“Oleh karena Pangdam III Siliwangi memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Dandim Lebak yaitu dicopot dari jabatannya dan segera digantikan oleh pejabat yang baru,” kata Desi kepada jpnn.com, Minggu (8/1).

Sebelumnya beredar di media sosial adanya foto dan berita tentang TNI memberikan latihan ala militer di wilayah Lebak Banten. Pesertanya adalah anggota-anggota FPI. Ariyanto pun mengakui adanya kegiatan pelatihan bela negara oleh Kodim Lebak itu. Namun, dia menegaskan bahwa seluruh kegiatan latihan tersebut bukanlah latihan militer. 
“Tetapi latihan bela negara,” tegasnya.

Jebolan Akademi Militer 1995 ini menegaskan, latihan bela negara yang dilakukan oleh Kodim Lebak tidak melalui prosedur yang berlaku di lingkungan TNI.  Sebab, kegiatan Kodim menggelar latihan bela negara harus memperoleh persetujuan secara hierarki dari korem dan kodam.

“Dengan adanya kesalahan prosedur tersebut maka akan ada proses lebih lanjut yang akan diberikan kepada Dansat Kowil (komandan satuan komando wilayah, red) yang bersangkutan,” kata mantan Wadanpusdik Arhanud di Karangploso, Malang itu.
Semoga saja ini menjadi pelajaran kita bersama, karena semua tindakan itu tidak bena, walau itu benar jika tidak pada tempatnya akann jadi salah, ehm,, kira- kira ngerti ga ya yang saya omongin? saya pun ga ngerti ,,hehehe


BERIKAN KOMENTAR KAMU TENTANG ARTIKEL INI

PENULIS: Nusantara Kita
ALAMAK Updated at : 3:54 AM

{ 0 komentar... blog ini DOFOLLOW or add one}


Post a Comment